Limbah dari Jenis Sampah Anorganik dan Pemanfaatannya

Sampah merupakan salah satu masalah yang terjadi di Indonesia. Keberadaan sampah yang masih belum dikelola dengan baik menimbulkan banyak risiko buruk. Salah satunya menyebabkan banjir yang meresahkan masyarakat. Anda perlu tahu limbah dari jenis sampah anorganik dan pemanfaatannya untuk mencegah risiko buruk yang terjadi pada lingkungan.

Limbah Lunak

Limbah yang dapat didaur ulang dengan mudah karena terbuat dari bahan yang lentur. Limbah ini dapat dikelola dengan pemanfaatan kembali. Contoh limbah anorganik lunak ini adalah plastik atau sedotan. Limbah ini bisa dijadikan sebuah bahan untuk kerajinan.

Anda bisa membuatnya menjadi lampu tidur, celengan, atau pun pot. Limbah plastik yang dimaksud tidak hanya asoi tapi juga bisa botol dari plastic atau benda-benda lainnya yang terbuat dari bahan plastik. Limbah ini pun biasanya mudah untuk dibersihkan secara manual.

Contoh limbah lunak ini yang juga bisa dimanfaatkan adalah karton atau kotak-kotak dari barang belanjaan Anda. Karton atau kotak ini bisa dibongkar dan disusun menjadi tumpukkan. Anda bisa menjualnya dan menjadikannya uang. Bisa juga digunakan kembali untuk menyimpan barang di rumah. Limbah lunak ini juga bisa digunakan untuk hiasan misalnya sedotan yang dibuat menjadi bunga.

Limbah Keras

Limbah anorganik keras merupakan limbah yang tidak dapat atau sulit untuk bisa didaur ulang. Biasanya limbah ini memiliki kandungan bahan yang kuat dan tidak mudah dihancurkan. Contoh dari limbah ini adalah botol-botol kaleng dari berbagai macam kebutuhan rumah tangga.

Limbah ini hanya bisa dikelola kembali dengan menggunakan mesin khusus. Maka penting sekali untuk membuang jenis sampah ini di tempat penampungannya. Pihak pemerintah yang akan memanfaatkan kembali limbah ini. Bisa juga dimanfaatkan kembali menjadi asbak atau saringan penggorengan. Pemanfaatan ini tentunya membutuhkan keahlian khusus.

Limbah Kain

Ada juga limbah kain perca yang masuk dalam kategori limbah lunak. Limbah ini biasanya datang dari tukang jahit atau pabrik pakaian. Limbah ini bisa dimanfaatkan kembali menjadi pakaian, selimut, seprei, atau handuk sesuai dengan jenis bahannya.

Ini menjadi solusi yang baik untuk mencegah penumpukkan dan bisa kembali menjadi uang. Pemanfaatan ini akan meningkatkan kreativitas pengrajin untuk menghasilkan benda baru yang lebih bermanfaat dan menguntungkan. Bahkan kain perca ini dapat dijadikan sebuah bahan kerajinan tangan yang sangat efisien biaya.

Limbah Kaca

Selanjutnya limbah kaca sebuah limbah yang datang dari barang-barang keperluan rumah seperti botol bumbu, botol kecap, ataupun minuman. Limbah ini bisa digunakan kembali untuk meletakkan berbagai macam bumbu yang ada di rumah. Bisa digunakan kembali dengan manfaat yang sama tinggal membeli isi ulangnya.

Misalnya botol kecap, jika sudah habis Anda bisa membeli kecap kemasan dan memasukkannya ke dalam botol. Ada juga bisa menggunakan botol untuk keperluan lainnya. Limbah kaca juga bisa dijadikan hiasan seperti botol yang dapat digunakan untuk pot bunga.

Limbah kaca yang juga bisa digunakan untuk hiasan jika Anda pandai membuat kreasi. Botol-botol dengan bentuk yang sama bisa dijadikan pajangan. Ada banyak café yang menggunakan botol ini dengan memasukkan lampu di dalamnya. Bentuknya menjadi indah tanpa perlu banyak biaya.

Anda harus cerdas dalam mengelola limbah. Langkah yang paling awal adalah dengan menyediakan tong sampah sesuai dengan jenis sampah. Anda bisa menandakan tong sampahnya dengan warna agar tidak salah. Pengelolaan limbah yang tepat tentu salah satu upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan. Anda bisa mendapatkan informasi lainnya di cleanipedia.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *